Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Kuliner

Iklan

Trauma Healing Bagi Anak-anak Pengungsian Ile Lewotolok

Detak Terkini
Selasa, 08 Desember 2020, 16.00 WIB
Kolaborasi Simpasio Institute dan Komunitas Ta'an Tou saat bermain untuk trauma healing bersama anak-anak terdampak Erupai Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Selasa (8/12/2020). (Foto: Ist)


Lembata, Detakterkini.com - Dua komunitas anak muda dari Flores Timur (Flotim) dan Lembata, yakni Simpasio Institute Larantuka dan Komunitas Taan Tou Lembata, berkolaborasi untuk membantu pemulihan psikologis bagi anak-anak penyintas Erupsi Gunung Ile Lewotolok, dengan kegiatan bertajuk "Cinta untuk Lembata".


Bertempat di pelataran Kantor Lurah Lewoleba Timur, yang juga menjadi salah satu posko hunian para pengungsi, Selasa (8/12/2020),  kolaborasi anak muda dari dua kabupaten ini memfasilitasi berbagai kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak pengungsi. Ini merupakan aksi lanjutan yang telah mereka lakukan sejak awal masa Operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) Erupsi Gunung Ile Lewotolok.


Perwakilan Simpasio Institute, Magdaleda Eda Tukan, menjelaskan, salah satu langkah pemulihan psikologis yang dilakukan adalah membuka lapak-lapak buku di setiap posko pengungsian. 


“Buku-buku juga didatangkan ke Lembata. Dan dibuka lapak di setiap posko pengungsian,” papar Eda Tukan saat ditemui di Kantor Lurah Lewoleba Timur.


Ia mengatakan, sebelum memulai aksi dukungan trauma healing, pihaknya melakukan rapid assessment saat kunjungan perdana. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menambah referensi penyusunan modul dan metode pendampingan anak di posko-posko pengungsian. 


Selain itu, orang muda yang tergabung dalam gerakan tersebut, diberi kelas penguatan kapasitas pendamping berupa pendalaman materi, strategi dan pola pendekatan pada anak. 


"Kami mengukur kekuatan tim dan membaginya dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyebar ke semua posko yang terdata," paparnya.


Tim anak muda yang telah terkapasitasi, kemudian melalukan kunjungan rutin dan berkala pada posko-posko yang dapat dijangkau. Mereka juga menggelar lapak baca, mendongeng, mewarnai, belajar pembentukan karakter melalui lagu, membaca puisi, penugasan, fun game dan game edukatif, juga sosialisasi tanggap bencana. 


Untuk mendukung kegiatan trauma healing bagi warga terdampak bencana terutama anak-anak, duet komunitas anak muda ini masih membutuhkan sumber daya anak muda yang mau ikut terlibat. 


“Kami berharap, lebih banyak orang muda yang mau bergerak bersama, buku bacaan, media bermain dan belajar untuk mendukung kerja baik ini," pungkasnya. (san)

Komentar

Tampilkan

  • Trauma Healing Bagi Anak-anak Pengungsian Ile Lewotolok
  • 0

Terkini di FEC Media

Topik Populer

Iklan Dalam Feed