Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Kuliner

Iklan

Bertemu PM Malaysia, Presiden Jokowi Bahas Isu Perlindungan WNI Hingga Diskriminasi Sawit

Detak Terkini
Jumat, 05 Februari 2021, 17.51 WIB
 
Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, dan Presiden Indonesia, Joko Widodo, saat memberikan Pernyataan Pers, dalam kunjungan Malaysia ke Istana Presiden Jakarta. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)


Jakarta, Detakterkini.com - Indonesia dan Malaysia adalah dua negara serumpun yang menjalin kerja sama di berbagai bidang.


Hal itu disampaikan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, saat menyambut kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin, ke Indonesia hari ini, Jumat (5/2/2021).


"Kunjungan PM Malaysia ke-8 ini merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia. Indonesia dan Malaysia adalah negara tetangga dekat dan serumpun. Malaysia juga merupakan salah satu mitra penting Indonesia di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, dan sosial budaya. Kita akan terus memperkuat hubungan baik antar kedua negara melalui komunikasi yang kuat pada semua tingkat,” ujar Presiden Jokowi, saat menyampaikan Pernyataan Pers bersama PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, di Ruang Kredensial Istana Merdeka Jakarta, Jumat (5/2/2021). 



Presiden Jokowi, menyampaikan, pertemuan dengan PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, berlangsung dengan baik, terbuka, dan komprehensif. Kedua pemimpin tersebut membahas sejumlah hal terkait isu bilateral seperti perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia, hingga isu kawasan. 



“Saya menyampaikan apresiasi, penghargaan atas kerja sama perlindungan WNI di Malaysia, terutama selama pandemi, dan saya kembali menitipkan WNI di Malaysia kepada Pemerintah Malaysia,” ungkap Presiden Jokowi. 



Terkait perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Presiden Jokowi, menekankan pentingnya penyelesaian pembuatan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) baru mengenai penempatan dan perlindungan pekerja domestik Indonesia di Malaysia. 

 

“Selain itu, dua negara juga perlu membangun one channel system agar masalah penempatan tenaga kerja dapat dilakukan secara lebih baik, untuk mencegah terjadinya para pekerja menjadi korban perdagangan manusia,” tegasnya. 



Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi dan PM Muhyiddin Yassin, juga membahas mengenai isu sawit. Presiden Jokowi, menegaskan, Indonesia akan terus berjuang untuk melawan diskriminasi terhadap sawit dan perjuangan tersebut akan lebih optimal jika dilakukan bersama. 

 

“Indonesia mengharapkan komitmen yang sama dengan Malaysia, mengenai isu sawit ini,” katanya 



Senada dengan Presiden Jokowi, PM Muhyiddin Yassin, juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait kampanye antisawit, terutama yang terjadi di Eropa, Australia, dan Oseania. Menurutnya, kampanye tersebut tidak berasas dan bertentangan dengan komitmen Uni Eropa (UE) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai perdagangan bebas. 



“Kampanye antisawit ini tidak berdasar dan tidak mencerminkan keberlanjutan industri sawit dunia, dan bertentangan dengan komitmen UE dan WTO tentang praktik perdagangan bebas,” ujar PM Muhyiddin. 



Selain itu, Presiden Jokowi, juga menyambut baik kesepakatan secara prinsip dibentuknya Travel Corridor Arrangement (TCA) kedua negara. Mengenai waktu pemberlakuan TCA, Presiden Jokowi, mengatakan, hal tersebut akan dikomunikasikan kemudian. 

 

“Saya juga menyampaikan pentingnya ASEAN segera menyelesaikan ASEAN Travel Coridor Arrangement Framework dan di masa sulit seperti ini menjadi kepentingan ASEAN untuk terus menunjukkan soliditas,” imbuhnya. 



Terkait kesepakatan TCA, PM Muhyiddin Yassin, meyakini bahwa Indonesia dan Malaysia akan segera mencapai kata sepakat untuk membentuk Standard Operating Procedure (SOP). 

 

“Apa yang penting adalah kedua negara perlu meneliti dan juga menilai situasi semasa covid-19 di kedua negara, sebelum ini dapat kita laksanakan,” kata PM Muhyiddin.

Komentar

Tampilkan

  • Bertemu PM Malaysia, Presiden Jokowi Bahas Isu Perlindungan WNI Hingga Diskriminasi Sawit
  • 0

Terkini di FEC Media

Topik Populer

Iklan Dalam Feed