Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Kuliner

Iklan

NTT Peringkat Tiga Indonesia Sebagai Provinsi Termiskin

Detak Terkini
Jumat, 19 Februari 2021, 11.50 WIB
 
Ilustrasi (Pixabay.com)

NTT, Detakterkini.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 15 Februari 2020, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati peringkat ketiga sebagai provinsi termiskin di Indonesia, dengan persentase angka kemiskinan 21,21%.


Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus, menjelaskan, ada peningkatan persentase penduduk miskin sebesar 0,31% sejak Maret 2020, sehingga persentase penduduk miskin di NTT menjadi 21,21% pada September 2020. Jumlah penduduk miskin di NTT pada September 2020 sebanyak 1.173,53, bertambah 19,77 dari periode Maret 2020.



Sementara itu, Sekretaris Komisi V DPRD NTT, Yohanes Rumat, Jumat (19/2/2021), mengatakan, janji Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, dan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi, masih belum terealisasikan.


Yohanes berpendapat, peningkatan angka kemiskinan, selain akibat situasi pandemi covid-19, juga turut diseimbangkan oleh kebijakan dan program pemerintah yang belum menyentuh kelompok miskin, dan mereka dengan tingkat pendidikan rendah. Ia menjelaskan, situasi pandemi covid-19 membuat banyak warga NTT yang bekerja di luar NTT, harus kembali ke NTT karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).


Ia menyebutkan, pemerintah tidak mampu membuka lapangan kerja baru yang bisa melibatkan banyak pekerja. 


“Ukuran kemiskinan yang kita alami saat ini, sebenarnya bisa berkurang jika pemerintah fokus membangun rumah sederhana yang layak huni, dan pemasangan meteran listrik gratis bagi masyarakat yang tidak mampu. Statistik pasti berpatokan pada kriteria rumah lantai tanah dan rumah tanpa listrik, maka dianggap wajar kalau angka kemiskinan di NTT ukurannya seperti itu. Oleh karena itu, kami selaku Anggota DPRD Provinsi NTT Komisi V, yang bersentuhan dengan mitra penanganan kemiskinan, seperti Dinas Sosial, mendorong Gubenur atau pemerintah fokus membangun rumah sederhana layak huni dan dipasang meteran listrik,” terangnya.


Hal tersebut, katanya, sumber dananya bisa dikolaborasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota dan Dana Desa.

Menurutnya, jika pemerintah mampu membangun kolaborasi, maka angka kemiskinan tersebut bisa berkurang.


“Apa yang dirilis BPS saat ini tidak salah. Yang salah, pemerintah tidak fokus melihat akar masalah dan kriteria miskin yang menjadi acuan BPS. Dengan demikian, janji Gubernur dan Wagub masih dianggap ‘mimpi’,” ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD NTT yang membidangi perekonomian, Thomas Tiba, menyebut, akumulasi kondisi pandemi covid-19 memberikan implikasi langsung pada naiknya angka kemiskinan di NTT, dari 20,62% menjadi 21,21% pada September 2020.


Politisi Golkar itu menyebut, saat NTT menerapkan kebijakan social distancing sejak Maret hingga akhir 2020, kondisi ekonomi NTT cenderung mengalami kontraksi, walaupun sektor pertanian memberikan kontribusi positif hingga 16% plus minus.


“Kebijakan refocusing anggaran berakibat pada desain pembangunan untuk menurunkan angka kemiskinan tidak berjalan sesuai rencana, sektor penggerak ekonomi tidak dapat diintervensi secara optimal,” tukasnya.

Komentar

Tampilkan

  • NTT Peringkat Tiga Indonesia Sebagai Provinsi Termiskin
  • 0

Terkini di FEC Media

Topik Populer

Iklan Dalam Feed