Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Kuliner

Iklan

Presiden Jokowi Sampaikan Pentingnya Kerja Sama Mengatasi Pandemi COVID-19

Detak Terkini
Selasa, 23 Februari 2021, 19.35 WIB

Hari pertama Konferensi Internasional “Tackling The COVID-19 Pandemic: Health, Economics, Diplomacy, And Social Perspectives” yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Unpad di Bandung, Jawa Barat (23/2). Dari kiri ke kanan: Dr. dr. Brian Sri Prahastuti, MPH. TAU (Kantor Staff Presiden), Shanti Shamdasani (KADIN), MQ Iswara (Sekjen IKA Unpad), dan Junico B.P Siahaan (DPR RI). (Kredit Foto:  Akhmad Gunawan dan Handi Pranoto – (BidKom IKA Unpad)






Detakterkini.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menegaskan, pentingnya kerja sama semua pihak dalam upaya mengatasi pandemi. Jokowi, menambahkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang cepat dalam melakukan diplomasi vaksin. Bahkan, menurutnya, upaya diplomasi telah dilakukan sejak awal pandemi. 


Demikian disampaikan, Presiden Jokowi, saat memberikan sambutan secara virtual pada International Conference Tackling The COVID-19 Pandemic: Health, Economics, Diplomacy, And Social Perspectives, pada Selasa (23/2/2021).


Namun, Jokowi, tetap mengingatkan bahwa vaksin bukan solusi satu-satunya untuk mengatasi pandemi. Ia mengimbau, masyarakat agar tetap menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes). 


Selain itu, pemerintah akan terus menjalankan 3T (Test, Tracing, dan Treatment) dan melaksanakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro.


Konferensi Internasional Mengatasi Pandemi COVID-19 digagas Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unpad, bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran, KADIN, dan Islamic Chamber or Commerce, Industry, and Agriculture (ICCIA), mulai 23-25 Februari 2021, di Hotel Pullman, Bandung, Jawa Barat.


Dalam sambutannya, Ketua IKA Unpad, Irawati Hermawan, menyatakan, urgensi dari kegiatan tersebut adalah tentang pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mengatasi dan menangani pandemi yang masih terjadi di Indonesia dan di seluruh dunia. Ira berharap, dengan peran serta semua pihak akan mampu merumuskan solusi atas permasalahan pandemi saat ini.


Di sisi akademisi, Rektor Universitas Padjadjaran, Rina Indiastuti, mengungkapkan, Unpad terus melakukan upaya untuk memberikan solusi, dengan menciptakan alat pendeteksi CePad serta memimpin uji klinis Vaksin Sinovac.


Sementara itu, apresiasi atas kegiatan itu diberikan Ketua Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani. Menurutnya, kolaborasi dari semua pihak memang diperlukan untuk mengatasi pandemi. Ia menyatakan, Kadin akan terus mendukung upaya pemerintah menanggulangi pandemi.


Dalam sesi lainnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan kabar baik bahwa tingkat kesembuhan terus mengalami peningkatan dan angka kematian terus menurun. Menurutnya, dari sisi perekonomian pun menunjukan tren positif dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Airlangga, mengungkapkan, Presiden RI menargetkan pada akhir tahun 2021, seluruh masyarakat Indonesia sudah dapat divaksinasi.


Vaksin Buatan Dalam Negeri


Dari sisi produksi vaksin, Direktur Operasi Bio Farma, Rahman Roestan, mengungkapkan hambatan industri obat-obatan di dalam negeri. Kesulitan tersebut adalah kurangnya bahan baku dalam negeri, tingginya permintaan, dan adanya pembatasan sosial yang berpengaruh pada proses distribusi.


Namun menurutnya, untuk mengatasi masalah tersebut, Bio Farma melakukan kerja sama dengan industri obat-obatan negara lain, serta mengadakan konsorsium dengan perguruan tinggi dalam negeri. 


“Ada tiga point penting dalam pengembangan vaksin, yaitu transfer teknologi, kerja sama penelitian dan pengembangan, serta inovasi. Berkaitan dengan hal ini, Bio Farma telah berupaya mengadakan produksi vaksin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, bekerja sama dengan Balitbangkes dan Unpad. Selain itu, Bio Farma pun mendukung Vaksin Merah Putih yang kini tengah dikerjakan,” jelas Rahman. 


Kolaborasi Sinovac dan Pemerintah Indonesia


Pembicara selanjutnya, Direktur Senior Sinovac, Weining Meng, menyampaikan, posisi Indonesia sangat penting dalam mengendalikan pandemi bersama China dan Turki yang memiliki porsi jumlah penduduk 24% dari total jumlah penduduk dunia. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan kolaborasi antara Sinovac dengan Indonesia oleh Bio Farma.


Weining Meng, menjelaskan, Sinovac telah diakui dunia dengan 22 negara telah membeli dan menggunakan vaksin ini. 


“Ada 17 negara yang telah meregistrasi, dan 26 negara sedang meregistrasi. Sinovac menargetkan akan melindungi 3.25 miliar jiwa di seluruh dunia,” ujar Weining.


Weining, menambahkan, Sinovac diproduksi di empat pabrik di China, yaitu tiga pabrik di Beijing dan satu pabrik di Dalian. Keempat pabrik tersebut dapat memproduksi 400 juta dosis per tahun untuk sepuluh jenis vaksin. Khusus untuk COVID-19, Ia menyatakan, pabriknya dapat memproduksi 300 juta dosis per tahun.


“Uji klinis fase I dan II telah berhasil memenuhi target dan memenuhi persyaratan untuk dilanjutkan ke fase III. Dalam hal ini, Sinovac bekerja sama dengan empat negara yaitu Indonesia, Turki, Chili, dan Brazil,” pungkas Weining.

Komentar

Tampilkan

  • Presiden Jokowi Sampaikan Pentingnya Kerja Sama Mengatasi Pandemi COVID-19
  • 0

Terkini di FEC Media

Topik Populer

Iklan Dalam Feed