Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Kuliner

Iklan

Selain Sinovac, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Akan Tiba di Indonesia

Detak Terkini
Senin, 01 Februari 2021, 13.18 WIB

 

Ilustrasi (Net)

Jakarta, Detakterkini.com – Setelah Vaksin Sinovac tiba di Indonesia, kini pemerintah akan mendapatkan jatah Vaksin AstraZeneca secara gratis. Rencananya, vaksin tersebut akan tiba di Indonesi pada Februari 2021. Vaksin tersebut dipergunakan bagi masyarakat usia di atas 60 tahun, sementara Vaksin Sinovac dipergunakan untuk usia 18-59 tahun.


Juru Bicara (Jubir) Program Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, membenarkan perihal Indonesia akan mendapatkan jatah jutaan dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca, melalui skema kerja sama multilateral GAVI Covax Facility pada Kuartal I di tahun 2021 ini. Estimasi pengiriman pada pertengahan atau akhir Februari 2021.


“Betul. Perkiraannya Februari,” ujar Nadia lewat pesan singkat, Minggu (31/1/2021).


Nadia mengatakan, hal ini merupakan keberhasilan diplomasi pemerintah, sehingga bisa mendapatkan akses vaksin gratis melalui Covax. 


“Vaksin AstraZeneca adalah salah satu vaksin yang dapat digunakan pada usia 60 tahun ke atas, yang kita ketahui di mana kelompok ini memiliki angka kematian tertinggi,” lanjutnya.


Berdasarkan salinan surat dari GAVI tertanggal 29 Januari 2021, aliansi tersebut telah mengkonfirmasi alokasi tahap awal sebesar 13,7 juta hingga 23,1 juta dosis Vaksin AstraZeneca untuk Indonesia. Pengiriman vaksin akan melalui 2 tahap, Kuartal I sebanyak 25-35 persen dan Kuartal II sebanyak 65-75 persen dari alokasi tahap awal tersebut.


Distribusi vaksin akan dilakukan setelah Vaksin AstraZeneca mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) World Healy Organization (WHO) dari kelompok Independent Allocation of Vaccines Task Force (AIVG), dan ketersediaan suplai dari manufaktur sesuai dengan perkiraan awal.


Pemerintah diminta menindaklanjuti beberapa hal yang harus dilakukan Indonesia sebagai persiapan pengiriman vaksin. Di antaranya, memiliki kerangka kerja ganti rugi dan kewajiban yang diperlukan, termasuk kerangka kerja legislatif yang diperlukan untuk menyelesaikan perjanjian secara langsung dengan AstraZeneca.



Namun, dalam surat itu juga tertera, berdasarkan penilaian WHO, Indonesia tidak termasuk dalam gelombang pertama yang akan mendapat distribusi Vaksin Pfizer/BioNTech. Sebab, jumlah dosis yang tersedia terbatas, dan ada sejumlah penilaian teknis yang dilakukan terkait kesiapan dan kelayakan negara penerima Vaksin Pfizer. Seperti diketahui, dalam rantai distribusinya atau rantai dingin (cold chain), Vaksin Pfizer perlu tempat penyimpanan bersuhu -70°C.
Komentar

Tampilkan

  • Selain Sinovac, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Akan Tiba di Indonesia
  • 0

Terkini di FEC Media

Topik Populer

Iklan Dalam Feed