Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Kuliner

Iklan

Siber Polri Berikan Peringatan Virtual Pada Akun Medsos Penyebar Hoax

FEC Media
Rabu, 24 Februari 2021, 16.06 WIB

Ilustrasi. (Pixabay.com)




Jakarta, Detakterkini.com – Untuk mencegah penyebaran berita bohong alias hoax dan ujaran kebencian di media sosial (medsos) Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mulai mengirimkan peringatan virtual ke sejumlah akun media sosial yang mengunggah konten berpotensi tindak pidana.


"Per 24 Februari 2021, sudah dikirimkan melalui Direct Message (DM) sebanyak 12 peringatan virtual polisi kepada akun medsos. Artinya, kita sudah mulai jalan," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi, pada Rabu (24/2/2021).


Ia menjelaskan, langkah tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tentang Kesadaran Budaya Beretika Dalam Dunia Digital. Di mana salah satu point pada SE tersebut menyebutkan terkait langkah damai di kasus UU ITE yang harus diprioritaskan Penyidik, demi dilaksanakannya restorative justice.


Restorative justice menurut Slamet, telah terdapat dalam Program Virtual Police. Artinya, penindakan itu bersifat ultimum remedium, atau upaya terakhir yang dilakukan Kepolisian.


"Setiap harinya Dittipidsiber melakukan Patroli Siber di medsos, mengawasi konten-konten yang terindikasi mengandung hoax serta hasutan di berbagai platform seperti di Facebook, Twitter, dan Instagram. Jika ada akun medsos yang mengunggah konten yang berpotensi tindak pidana, Tim Patroli Siber akan mengirimkan peringatan melalui DM," jelasnya.


Ia mengatakan, Tim Patroli Siber telah meminta pendapat Ahli Pidana, Ahli Bahasa, maupun Ahli ITE sebelum memberikan Peringatan Virtual ke terduga pelanggar UU ITE. Dengan demikian, Peringatan Virtual itu dilakukan berdasarkan pendapat ahli, sehingga bukan hanya pendapat subjektif Penyidik Kepolisian.


Selanjutnya, Tim Patroli Siber akan mengirim pesan berupa DM peringatan, yang menyampaikan bahwa konten yang diunggah mengandung pelanggaran atau hoax. Pesan peringatan itu dikirimkan dua kali ke seseorang yang diduga mengunggah konten hoax atau ujaran kebencian. Dalam waktu 1x24 jam, maka konten tersebut harus diturunkan.


"Jika postingan di medsos yang diduga mengandung pelanggaran atau hoax tersebut tidak diturunkan pemilik akun, penyidik akan memberikan peringatan kembali. Jika peringatan kedua tetap tidak digubris, maka akan ditingkatkan ke tahap pemanggilan untuk dimintai klarifikasi," papar Slamet.


Menurutnya, penindakan akan dilakukan sebagai langkah terakhir. Siber Polri akan mengedepankan langkah-langkah humanis ketimbang penindakan.


“Tahapan-tahapan strategi yang dilakukan melalui beberapa proses. Pertama, edukasi, kemudian peringatan virtual. Setelah dilakukan peringatan virtual, kita lakukan mediasi, restorative justice. Setelah restorative justice, baru Laporan Polisi. Sehingga tidak semua pelanggaran atau penyimpangan di ruang siber dilakukan upaya penegakan hukum, melainkan mengedepankan upaya mediasi dan restorative justice, sehingga terciptanya ruang siber yang bersih, sehat, beretika, produktif dan beragam,” tegasnya.


Adapun tindak pidana yang bisa dilakukan dengan cara restorative justice misalnya pencemaran nama baik, fitnah, serta penghinaan. Ia menyebutkan, pelaku yang terlibat di kasus tersebut bisa tidak ditahan, karena restorative justice mengedepankan terciptanya keadilan dan keseimbangan antara pelaku dan korbannya.


“Tindak pidana yang dapat diselesaikan dengan cara restorative justice, yang pertama pencemaran nama baik, fitnah, serta penghinaan. Itu ada di UU ITE Pasal 27 ayat 3, Pasal 207 penghinaan terhadap penguasa, Pasal 310 dan Pasal 311. Terhadap tindak pidana tersebut, pencemaran nama baik, fitnah, serta penghinaan itu tidak akan dilakukan penahanan mulai hari ini, dan dapat diselesaikan dengan cara restorative justice,” tukasnya.

Komentar

Tampilkan

  • Siber Polri Berikan Peringatan Virtual Pada Akun Medsos Penyebar Hoax
  • 0

Terkini di FEC Media

Topik Populer

Iklan Dalam Feed