Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Gawat! Taman Nasional Komodo Keluar dari New 7 Wonders of Nature?

FEC Media
Jumat, 06 Agustus 2021, 11.46 WIB



Taman Nasional Komodo. (Foto: Ist)


Jakarta, Detakterkini.com - TAMAN Nasional Komodo, pada 1977 ditetapkan UNESCO sebagai kawasan Cagar Biosfer (Man and Biosphere Programme – UNESCO). Kemudian, pada 1991, sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Center – UNESCO).


Kawasan TN Komodo termasuk salah satu dari lima taman nasional tertua di Indonesia. 


Kawasan ini memiliki luas 173.300 Ha, terdiri dari 132.572 Ha kawasan perairan dan 40.728 ha kawasan daratan.


Pada 2008, kawasan TN Komodo ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional dan 2011 sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Tahun 2012, TN Komodo sebagai New 7 Wonders of Nature oleh New 7 Wonders Foundation.


"Pada periode kedua pemerintahan Joko Widodo dibantu gubernur NTT, Viktor Laiskodat, pemerintah melakukan konservasi di dalam Kawasan TNK dengan mengundang sejumlah investor untuk mendatangkan dan meningkatkan penerimaan negara. Dari roadmap peta kementerian pariwisata, target devisa negara dari TNK sebesar Rp 24 triliun tahun 2024. Pasti target itu meleset, karena covid-19,” kata Peneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman kepada Detakterkini.com, Jumat (06/08/2021)


Menurut Fredy, Pemerintah memang berambisi membangun proyek jumbo di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo. 


“Salah satu kawasan yang akan mengalami perubahan desain secara signifikan adalah Pulau Rinca di Kabupaten Manggarai Barat. Pulau habitat komodo ini akan disulap besar-besaran oleh pemerintah dan investor swasta sebagai destinasi wisata premium. Pemerintah mengeklaim, proyek-proyek yang dikerjakan di TN Komodo tersebut tetap memprioritaskan aspek ekologi berkelanjutan bagi spesies komodo dan sosial bagi penduduk sekitar,” katanya. 


Ia menjelskan, Pemerintah pusat menganggarkan dana sebesar Rp 69,96 miliar untuk menata kawasan Pulau Rinca yang meliputi bangunan pusat informasi, sentra suvenir, kafe, dan toilet public.


“Beberapa perusahaan juga sudah mengantongi ijin dari pemerintah untuk membangunan di dalam Kawasan TNK, salah satunya adalah jurasic park,” imbuhnya.


Beberapa bulan lalu, kata Fredy Hasiman, dalam sebuah unggahan foto yang ramai di media sosial, tampak kadal terbesar di dunia itu berada hanya jarak dalam beberapa meter dari bagian moncong truk yang membawa material proyek itu. Truk pengangkut material tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan geopark yang digadang-gadang pemerintah bakal menjadikan TN Komodo serupa dengan "Jurassic Park". 


Jurassic Park merupakan film Hollywood yang diadaptasi dari kisah fiksi yang bercerita tentang taman nasional khusus yang didedikasikan untuk penelitian dan wisata edukasi dinosaurus. Hewan purba itu dihidupkan kembali berkat kemajuan teknologi. Masih banyak proyek perusahaan swasta yang diduga adalah proyek perkongsian pemerintah Jokowi dan beberapa konglomerat nasional. Semua itu merusak habitat dan Kawasan TNK.

“Tak salah jika Komite Warisan Dunia United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (Unesco) meminta pemerintah Indonesia menghentikan sementara semua proyek infrastruktur di dalam dan sekitar Taman Nasional Komodo yang berpotensi berdampak pada nilai universal luar biasa atau Outstanding Universal Value (OUV),” katanya.


Unesco, katanya lebih lanjut, Mendesak Negara Pihak untuk menghentikan semua proyek infrastruktur pariwisata di dalam dan sekitar properti yang berpotensi berdampak pada nilai universal luar biasanya hingga Amdal yang direvisi diajukan dan ditinjau oleh IUCN.


“Dan hal itu tertulis dalam keputusan Komite Warisan Dunia Unesco Nomor 44 COM 7B.93, dikutip Ahad, 1 Agustus 2021 dan Pada 9 Maret 2020, Komite Warisan Dunia telah mengirim surat kepada Indonesia untuk meminta klarifikasi ihwal adanya informasi pihak ketiga tentang rencana pembangunan di Taman Nasional Komodo yang dikhawatirkan mengancam nilai universal luar biasa atau OUV. Di antaranya proyek infrastruktur di Pulau Rinca untuk persiapan G-20 Summit tahun 2023 dan pembangunan fasilitas pariwisata di Pulau Padar tanpa pemberitahuan kepada Komite Warisan Dunia,” kata pria kelahiran NTT itu.


Ia menambahkan, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat pun menanggapi permintaan UNESCO itu. Menurut Viktor Laiskodat, pembangunan infrastruktur di kawasan wisata Taman Nasional Komodo (TNK) yang dilaksanakan pemerintah bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengunjung.


Gubernur Viktor menyampaikan terima kasih kepada UNESCO karena ikut memperhatikan aset negara, khususnya Taman Nasional Komodo yang merupakan kawasan konservasi alam dan juga kebanggaan NTT.


“Belajar dari pengalaman dari kota asal the Beatles, Liverpool yang tak lagi menyandang status Situs Warisan Dunia (World Heritage). UNESCO mencabut status tersebut gara-gara berbagai proyek bangunan baru di dekat pelabuhan tua Liverpool. Salah satunya adalah stadion baru klub bola Everton,” imbuhnya.


Keputusan itu, katanya lebih lanjut, dicapai dalam voting oleh anggota Komite Warisan Dunia UNESCO di Cina. Menurut anggota komite UNESCO, proyek bangunan baru itu menganggu penampilan pelabuhan bergaya Victorian tersebut.


Pembangunan gedung baru di pelabuhan itu mengurangi integritas dan keasilan dari kota Liverpool, berdasarkan keterangan UNESCO, 21 Juli 2021.

Wali Kota Liverpool, Joanne Anderson, kecewa dengan keputusan UNESCO. Menurutnya, pencabutan status Situs Warisan Dunia dari Liverpool tak bisa diterima dan tak beralasan. Apalagi, kata Anderson, pencabutan status dilakukan satu dekade sejak kunjungan terakhir pejabat UNESCO ke Pelabuhan Liverpool.


“Jika presiden Jokowi dan Gubernur NTT ngotot terus menjalankan proyek konservasi dan pembangunan infrastruktur di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, boleh jadi lho, UNESCO mencabut TNK dari 7 keajaban dunia,” tukas Fredy.



Tonton selengkapnya apa kata Fredy Hasiman




Komentar

Tampilkan

  • Gawat! Taman Nasional Komodo Keluar dari New 7 Wonders of Nature?
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed