Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Kepala keamanan Lapas Pekanbaru Diteror, Diduga Pelaku Dendam HP Pernah Dirazia Korban

Detak Terkini
Rabu, 26 Januari 2022, 14.21 WIB
Kepala keamanan Lapas Gobah Pekanbaru, Efendi Purba, mendapatkan teror. 


 Jakarta, DetakTerkini.com - Kepala keamanan Lapas Gobah Pekanbaru, Efendi Purba, mendapatkan teror. Mobil dinas miliknya dibakar orang tak dikenal. Belakangan diketahui pelaku yang merupakan napi melakukan aksi kriminal tersebut karena dendam pernah dirazia HP oleh korban.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (21/1) pukul 04.45 WIB dini hari. Saat itu, mobil dinas sedang terparkir di halaman rumah Efendi.

Tak berselang lama, polisi berhasil menangkap 8 pelaku pembakaran mobil dinas Effendi. Dari delapan orang itu, salah satunya merupakan otak pembakaran. Kapolda Riau Irjen M Iqbal mengatakan para pelaku ditangkap setelah Direktorat Reskrimum diberi waktu 1 minggu. Aksi teror pun terungkap.


"Kemarin saya beri waktu Dirkrimum satu minggu. Kamis saya perintahkan, Senin sudah terjawab dan dapat dilakukan upaya paksa, penggeledahan dan penangkapan 8 tersangka," terang M Iqbal di Mapolda Riau, Selasa (25/1/2022) dikutip dari Detik.com

Iqbal mengatakan 8 pelaku yang ditangkap punya peran penting. Mereka diketahui ada otak pelaku, eksekutor, penunjuk alamat, dan pencari eksekutor.

Otak Pembakar Mobil Lapas Seorang Napi
Otak pelaku pembakaran diketahui merupakan narapidana Lapas Gobah Pekanbaru, Riko Silalahi. Ia divonis 10 tahun kasus narkoba dan sudah menjalani masa tahanan 6 tahun.

"Bahkan otak tersangka inisial R sedang proses penahanan di Lapas. Terhadap para tersangka ada pelaku pemecahan kaca dan ini kita bisa ungkap beberapa kasus langsung," kata Iqbal.

Delapan tersangka yang ditangkap yakni Boyke (mencari eksekutor), Iren (Penunjuk lokasi), Febri (penghubung), Ferli (penghubung), Yudi (penunjuk lokasi), Gusnaidi (merekrut eksekutor), dan Tomu Tua Sitinjak (eksekutor). Selain itu, polisi memburu pelaku lain berinisial AN sebagai pengawas di lapangan. Mereka ditangkap pada Senin (24/1) kemarin.


Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan delapan pelaku ditangkap setelah dilakukan olah TKP, cek rekaman CCTV, informasi dan mengarah kepada satu pelaku, Rendri alias Iren. Ia ditangkap di Jalan Parit Indah Pekanbaru.

"Dari RE (Rendri) berkembang ke pelaku lain. RE mengaku yang membakar adalah YR cs dan tim bergerak ke Pesisir Rumbai menangkap YR (Yudi Rahmana)," imbuh Sunarto.

Yudi mengaku mengajak pelaku lain untuk minta ditunjukkan lokasi rumah korban. Yudi dalam tugasnya dapat upah Rp 200 ribu.

Pelaku Dendam HP Pernah Dirazia Korban
Berdasarkan hasil pengembangan, polisi menangkap pelaku lain di sejumlah lokasi. Para pelaku yang ditangkap diperintahkan Riko Silalahi untuk melakukan aksi kriminal itu karena sakit hati kepada Efendi lantaran pernah dirazia HP.

"Hasil interogasi, motif RS adalah sakit hati terhadap korban karena pernah dirazia oleh korban kepada para napi dan HP RS disita dan tidak kembali," katanya.

Riko Silalahi Siapkan Uang Rp 80 Juta untuk Upah
Sunarto mengatakan Riko menyiapkan Rp 80 juta untuk membakar mobil dinas Effendi Purba. Uang Rp 80 juta diberikan secara bertahap.

"RS sebagai otak pelaku menyiapkan dana Rp 80 juta untuk operasional dan upah pembakaran mobil. Uang Rp 80 juta diberikan kepada FS (Ferli Saputra) Rp 5 juta untuk eksekusi dan dibayarkan secara bertahap," katanya.

Setelah pelaku ditangkap, terungkap Riko pernah membayar orang untuk melakukan teror di Lapas Gobah. Aksi teror itu dengan cara memecahkan kaca mobil yang parkir di area lapas tersebut.

"Tidak hanya satu kasus, RS juga pernah menyuruh dan memberi upah kepada Ferli untuk melakukan pecah kaca mobil di lapas kira-kira 6 November lalu," katanya.

Polisi mengatakan Riko adalah narapidana kasus narkoba. Riko divonis 10 tahun dan sudah menjalani 6 tahun di sel Lapas Kelas II Pekanbaru.

Terakhir, polisi memastikan 3 dari 8 pelaku yang ditangkap adalah pecatan TNI-Polri. Mereka dipecat karena terjerat kasus narkoba, yakni Febri Falata, Boyke, dan Tomu Tua Sitinjak.

"Ada 3 dari 8 pelaku adalah pecatan dari aparat, ada dari TNI dan Polri. Pecatan kasus narkoba, macam-macam," imbuh Sunarto.


Komentar

Tampilkan

  • Kepala keamanan Lapas Pekanbaru Diteror, Diduga Pelaku Dendam HP Pernah Dirazia Korban
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed