Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Keringanan SPP 20% Dicabut, Koalisi Mahasiswa Unitri Malang Gelar Diskusi Publik

Detak Terkini
Minggu, 06 Maret 2022, 09.02 WIB

 

Koalisi Mahasiswa Unitri saat Menggelar Diskusi Publik Menyikapi Pemotongan Biaya SPP 20%. Foto: Maria Vianey Sutanti)

Malang, Detakterkini.com - Koalisi Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, Jawa Timur, akhirnya menyikapi kebijakan pihak kampus terkait Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi para Mahasiswa dengan menggelar diskusi publik, Sabtu (5/3).

Bertempat di Cafe Fajar Timur 2, Malang, diskusi publik dengan tema 'Pencabutan Keringanan 20% SPP di Masa Pandemi dan Isu - isu kampus' tersebut digelar pasca keringanan 20% biaya SPP para mahasiswa selama masa pandemi kabarnya akan dicabut dengan kembali diberlakukan aturan normal.

Mahasiwa berharap, dengan digelarnya diskusi tersebut, aspirasi dari mereka yang terkena dampak dari kebijakan pencabutan pemotongan SPP 20% itu secepatnya mendapat respon positif dari pihak kampus.

"Sebenarnya diskusi ini adalah bentuk tindak lanjut atas isu yang tersebar di kampus dan juga terkait aspirasi resmi yang sudah sempat disampaikan oleh koalisi Mahasiswa melalui pihak Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) kepada kampus," kata Wilfridus Ombe selaku Koordinator Lapangan (Korlap) koalisi mahasiswa.

Pihaknya berharap, aspirasi para Mahasiswa nantinya dapat ditindak lanjuti oleh pihak kampus, sebab jika tidak, maka koalisi mahasiswa akan mengadakan aksi besar-besaran.

"Dari pihak koalisi, jika tidak ada tindak lanjut dari pihak kampus, maka akan diadakan aksi besar-besaran yang sebenarnya tidak diinginkan oleh pihak kampus," tegas Wilfridus saat ditemui usai diskusi.

Senada disampaikan, Oktaviana Kelen, salah satu peserta diskusi yang mengaku resah dan tidak menyetujui kebijakan pihak kampus atas pencabutan pemotongan SPP 20% itu.

"Saya tidak setuju dengan adanya kebijakan pencabutan pemotongan SPP 20% tersebut, karena kita lihat kondisi sekarang masih pandemi dan perekonomian belum kembali stabil, sedangkan perkuliahan juga masih online dan belum sepenuhnya offline," kata Oktaviana.

Dasar pertimbangannya, jelas Oktaviana, lantaran kondisi perekonomian ditengah pendemi saat ini masih belum stabil, kegiatan perkuliahan juga masih diadakan secara online dan belum sepenuhnya offline, dengan demikian maka kebutuhan akan pulsa data untuk kegiatan-kegiatan online tentu masih menjadi kebutuhan yang sangat penting.

"Pemotongan 20% dari pihak kampus sebenarnya sangat membantu meringankan beban mahasiswa. Dengan kondisi ekonomi yang masih belum stabil akibat pandemi Covid-19, saya berharap pemotongan itu tetap dilakukan agar yang 20% itu bisa diberikan kepada mahasiswa untuk membeli paket data dalam menjalankan proses pembelajaran online," kata Oktaviana.

Dirinya berharap, kebijakan pihak kampus terkait pencabutan pemotongan SPP 20% oleh pihak kampus kiranya bisa dibatalkan.

"Koalisi mengharapkan pencabutan kebijakan tersebut sehingga pemotong SPP 20% tetap diberlakukan," katanya.



Kontributor: Maria Vianey Sutanti /Jesika Ferasia Darma Yanti)
Komentar

Tampilkan

  • Keringanan SPP 20% Dicabut, Koalisi Mahasiswa Unitri Malang Gelar Diskusi Publik
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed